Tuesday, May 25, 2010

Banjarnegara.... my second "Home Sweet Home"

Sudah lamaaaa sekali saya tidak pulang ke Banjarnegara.
Pulang? Hehehe.... saya memang arek Suroboyo asli yo, tapi Banjarnegara sudah saya nobatkan sebagai "my home sweet home" juga, sudah terpatri dalam lubuk hati yang terdalam *ceillleee... :p

Ehm.... pada tau gak, dimana sih Banjarnegara itu? Jangan nyasar ke Banjarmasin ya... walaupun sama-sama Banjar, tapi beda pulau lho!

Banjarnegara adalah sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Kota kabupaten ini berbatasan dengan Wonosobo, Kebumen, Banyumas, dan Purbalingga. Dari Surabaya, Banjarnegara hanya bisa ditempuh melalui jalan darat (kecuali kalo mau terjun payung....wkwkwk :D). Disini tidak ada stasiun kereta, apalagi bandara, tapi asyiknya adalah... banyak dokar(andong atau kereta kuda) dimana-mana.

Dari Yogyakarta atau Semarang, kita bisa berkendaraan dengan mobil pribadi, atau bus, atau travel ke Banjarnegara. Tapi jangan bayangkan travelnya seperti travel2 di kota besar ya. Travel lokal Banjarnegara ini tidak pake AC dan dengan mobil seadanya, dan kadang2 juga dinaiki oleh ayam beserta pemiliknya :)

Perjalanan menuju Banjarnegara (saya lebih suka lewat Yogyakarta) ditempuh dalam waktu sekitar 4-5 jam. Huahhhh.... jauh ya? Eits...jangan kecil hati dulu, perjalanan yang panjang menuju Banjarnegara dipenuhi dengan spot-spot pemandangan alam yang ciamik! Yang paling saya sukai adalah Kledung Pass, sebuah tempat peristirahatan yang sangat indah, tepat di tengah2 Gunung Sundoro dan Gunung Sumbing. It's really Amazing! Tapi, supaya tidak kecewa, harus memperkiraan waktu tibanya. Sebaiknya sampai di Kledung sebelum jam 2 siang, karena bila lebih dari itu, maka pemandangannya akan tertutup dengan kabut. Selain menikmati pemandangan yang luar biasa, di Kledung Pass kita juga bisa mencicipi soto dan sate jamur yang sangat khas....ehmmm, cuaca yang dingin memang bikin laper.

Sekitar 1 jam melanjutkan perjalanan dari Kledung, akhirnya sampailah kita ke Banjarnegara. Letaknya yang strategis, ,membuat banyak makanan khas dari kota lain, yang bisa juga dinikmati di Banjarnegara. Salah satu, eh... salah dua favorit saya yang cuma ada disini adalah Mie Ongklok dan Carica. Sejatinya Mie Ongklok adalah makanan khas Wonosobo, dan Carica adalah sejenis buah yang banyak terdapat di dataran tinggi Dieng, tapi keduanya ada di Banjarnegara.


Mie Ongklok adalah transformasi dari pangsit mie dan lo mie.... yang menghasilkan rasa dahsyat yang tidak dapat dilukiskan dengan kata2.....must be eat!(warning: sekali coba, pasti pengen lagee...lagee...dan lageee). Secara warasnya, mie ongklok ini adalah mie, kol(sby-kubis), dan kucai yang direbus dan disiram dengan kuah yang disebut loh, yang terbuat dari kanji dan ebi, ditaburi dengan banyak merica, dan dimakan panas2 dengan sate sapi dan tempe kemul. Rasanya? Ehm.... gurih, sedap, dan tidak terlalu manis seperti masakan2 Jawa Tengah pada umumnya. Di Banjarnegara, Mie Ongklok favorit saya mangkal di sebelah halte bus, cukup jalan kaki beberapa langkah dari Veteran(rumah tante saya), sampailah di warung Mie Ongklok itu.

My second favourite adalah Carica, yang ini adalah sejenis buah di dataran tinggi Dieng, yang diolah menjadi manisan dengan kuah sirup manis. Buah Carica adalah keluarga Pepaya, serupa tapi tak sama. Bedanya, jika pepaya biasa lebih dikenal sebagai tumbuhan tropis yang memerlukan banyak panas dan matahari, maka carica termasuk keluarga pepaya yang hanya bisa tumbuh di tempat tinggi, memerlukan temperatur yang cukup dingin, dan banyak hujan. Rasa asli buah ini adalah asam dan bergetah, maka dari itu buah ini diolah menjadi manisan sehingga layak untuk dikonsumsi. Di sepanjang jalan Veteran-Banjarnegara berderet2 toko yang menjual Carica ini, dalam botol2 kaca, seperti botol selai. Rasanya yang renyah dan manis, menjadikannya primadona buat oleh2 khas, yang hanya ada di sekitaran Banjarnegara-Wonosobo-Dieng.

Sebenarnya masih banyak penganan2 khas lainnya, yang hanya bisa ditemui di Banjarnegara. Tapi dua favorit saya ini, cukuplah sebagai pendahuluan perkenalan tentang Banjarnegara. Nanti di lain artikel, saya akan menceritakan makanan-makanan lain, yang pasti akan membuat teman-teman pengen ke Banjarnegara....see u :)

8 komentar:

Dimas Prast said...

Wah bagus banget infonya mba...
Orang tua asli Banjarnegara ya mba?
Saya blogger Banjarnegara ni...dan sudah cinta sama Banjarnegara. Hehehe...
Oh ya, dan btw saya juga suka bukunya Paulo Coelho.
:)

any said...

@Dimas: yup, ortu asli Banjarnegara....wah, kalo pas di Banjar bisa tuh kita bedah buku-nya Paulo Coelho :) Salam kenal ya Dimas, makasih dah mampir ke blog saya...

Dimas Prast said...

Mmm...ortu asli Banjarnegara ya...
Banjarnegaranya daerah mana mba?
Wah bisa banget tu mba kita bedah bukunya Paulo Coelho :)
Oh iya, update sedikit. Skr (sebenernya udah lama) udah ada beberapa (yg saya tau & pernah naik) travel yg pakai AC kq.
Ok, salam kenal mba...sama2.

any said...

@Dimas: Di depan pasar veteran :) boleh2 bedah buku paulo coelho....hehehe

Anonymous said...

Habis mkn mie ongklok pasti gatal sak awak hikzzzzzz :((((((
Mau Caricaaaaaaaa................................. ;D

ariefelsaid said...

Ajib..rencana besok kesana nie..

Anonymous said...

haloo, aku asli banjarnegara tapi kerja di surabaya, skrng bisa kok langsung naik bis dari surabaya ke bajarnegara.

Reza Alvaro said...

@anonymous : o ya kalo dari surabaya ke banjarnegara lgsung di trminal bungur apakah ada jurusan banjarnegara langsung ? :)

Post a Comment

 
Design by Any Loanita